Hujan, Alun-Alun Mojokerto Tergenang

1 Jan 2010

Hujan, Alun-Alun Mojokerto Tergenang - Menang predikat kota Adipura, Kota Mojokerto rupanya masih belum terbebas dari genangan air dan banjir. Seperti diprediksi sebelumnya, meski hujan tidak berlangsung lama sejumlah titik dan jalan protokol dipastikan tidak akan terbebas dari genangan air.

Setidaknya itu terbukti setelah hujan yang turun selama 1,5 jam kemarin sore. Sejumlah jalan dan lingkungan air tampak menggenang dan mengganggu akses transportasi. Bahkan, wilayah Alun-alun bagian timur kondisi airnya mencapai ketinggian hampir satu meter. Akibatnya, arus lalu-lintas di jalan ini lumpuh. Kendaraan bermotor lebih memilih untuk memutar balik dan menghindari genangan air yang sulit ditembus

Sejumlah titik yang turut digenangi air, diantaranya berada di Jl HOS Cokroaminoto, Jl Majapahit, Kelurahan Magersari, Kelurahan Sentanan, Kelurahan Meri dan Gunung Gedangan, Kelurahan Miji, Kelurahan Mentikan dan Kelurahan Kranggan.

Dari beberapa titik itu, banjir terparah terjadi di dua titik. Yakni di Jl HOS Cokroaminoto. Ketinggian air di sepanjang jalan ini hingga mnencapai hampir satu meter. Akibatnya, jalur ini lumpuh hingga petang kemarin. Beberapa kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang nekat melintas di jalur inipun banyak yang mogok. Debit air yang terus meninggi membuat sejumlah pemilik toko terpaksa menutup jalur dengan menggunakan bangku. Karena selain membahayakan kendaraan bermotor, kendaraan yang melintas mengakibatkan genangan air masuk ke dalam toko. Beberapa pemilik toko juga terpaksa memasang karung di depan toko masing-masing untuk menghindari masuknya air.

Handoko, salah satu pemilik toko mengungkapkan, luapan air yang terjadi kemarin terbilang paling besar selama musim hujan kali ini. Hujan deras sebelumnya, tak menimbulkan genangan setinggi itu. “Airnya sulit surut. Padahal hujannya tak sampai dua jam,” ungkap Handoko.

Kondisi yang sama juga terjadi di Alun-Alun Kota Mojokerto. Di bagian timur, ketinggian air juga mencapai hampir satu meter. Praktis, lalu-lintas di jalan ini lumpuh. Kendaraan bermotor lebih memilih untuk memutar balik untuk menghindari genangan air yang sulit ditembus.

Banjir juga terjadi di Jl Majapahit bagian selatan. Tak hanya itu, air setinggi minimal 30 sentimeter juga menggenangi perumahan warga yang tak jauh dari jalan utama ini. Banjir kali ini terjadi hampir merata di setiap kelurahan, termasuk Kelurahan Sentanan, Kecamatan Magersari yang berdekatan dengan Jl HOS Cokroaminoto. Sebelumnya, banjir ini telah diprediksi banyak pihak. Termasuk anggota DPRD Kota Mojokerto. Banjir dipicu buruknya penataan saluran air di jalan-jalan utama. Proyek pembuatan gorong-gorong raksasa di sepanjang Jl Letkol Sumarjo juga tak banyak membantu mengatasi ancaman banjir.

Anggota Komisi II, Saiful Arsyad mengungkapkan, selain air hujan potensi banjir itu juga dipicu belum maksimalnya fungsi rumah pompa di rumah Dinas Wali Kota di Jl Hayam Wuruk dan Pompa air di Gunung Gedangan. Termasuk gorong-gorong yang juga menjadi sudetan genangan air itu masih belum maksimal bisa mengalirkan genangan air menuju Kali Brantas. “Memang belum maksimal. Sehingga banjir masih sangat berpotensi terjadi di wilayah-wilayah yang menjadi kantung air,” terang Saiful.

Atas kondisi ini, dia lantas mendesak kepada Pemkot Mojokerto untuk segera membenahi drainase dan memfungsikan rumah pompa yang dibangun. Karena menurutnya, masyarakat merasa tak aman jika hujan turun. “Yang lebih penting kemauan pemkot untuk segara membangun sudetan air melalui sungai yang mengitari kawasan kota. Tentunya dengan kerjasama melibatkan Kabupaten Mojokerto dan Sidoarjo. Sebab kami selain mendesak ke depan genangan seperti bisa diatasi,” tandasnya. (ris/nk)


TAGS mojokerto alun alun banjir lingkungan adipura


-

Author

Follow Me